Omongkosong?

I want to make it real!!!

Attention

Ga semua yang kamu baca, kamu denger, kamu rasakan di blog ini adalah bener!!! beberapa diantaranya cuma cuap-cuap ga penting, but I want to make it real.

 Kali ini saya ingin membuat resensi tentang buku yang baru sebagian saya baca. Judul bukunya “The Truth About Managing People” karangan Stephen P. Robbins, Ph.D. Buku yang saya baca bukan buku aslinya, melainkan buku terjemahannya. hehe.. Bisa mumet nanti bacanya kalau buku yang aslinya.

Buku ini menceritakan dan menjabarkan tentang fakta beserta kebenaran seputar manajemen manusia. Buku ini sangat menarik dibaca bagi kalangan manajer dan HRD. Berhubung salah satu tanggung jawab saya bersentuhan dengan itu, maka iseng-iseng saya baca buku itu.

Beberapa fakta yang dijabarkan dalam buku itu

  1. Lupakan sifat-sifat, tapi perhitungkan perilaku. (Prediktor terbaik perilaku seseorang di masa depan ialah perilakunya di masa lalu)
  2. Job preview yang realistis. (Yang Anda lihat adalah yang Anda dapat)
    1. Manager yang hanya fokus pada hal-hal positif berarti berbuat kesalahan
  3. Kiat-kiat untuk memperbaiki wawancara karyawan
    1. Sebelum bertemu seorang pelamar, pelajari bentuk lamaran dan resumenya
    2. Ajukan pertanyaan yang sama untuk setiap pelamar pekerjaan
    3. Jangan pernah remehkan kekuatan kesunyian
  4. Kepintaran itu bermakna, manakala ragu, ambillah orang yang cerdas
    1. Karyawan yang lebih cerdas, di atas rata-rata adalah karyawan yang lebih cakap
    2. Fakta tentang IQ
      1. Skor IQ sangat dekat dengan makna pintar dan cerdas
      2. Skor IQ stabil, walaupun tidak sedemikian sempurna, hampir disebagian besar kehidupan seseorang
      3. Uji IQ ang diselenggarakan secara tepat tidak mengandung bias yang menonjol terhdapat kelompok sosial, ekonomi, etnik atau rasial
      4. Karyawan yang lebih cerdas, di atas rata-rata adalah karyawan yang lebih cakap.
  5. Jangan terlampau memperhitungkan referensi
    1. Referensi pribadi, mudah didapatkan, tapi referensi ini pada esensinya tidak bernilai
    2. Referensi dari mantan atasan jarang yang memasukkan informasi tak menyenangkan
  6. Apabila ragu, ambillan orang yang bersungguh-sungguh
    1. Kesungguhan hati memperkirakan prestasi kerja di dalam spektru pekerjaan yang luas, mulai dari professional hingga polisi, tenaga penjualan, dan pekerja dengan keterampilan menengah.
  7. Ambillan orang yang cocok dengan budaya Anda
    1. Jangan pernah meremehkan peran yan dimainkan oleh budaya organisasi di dalam keberhasilan karyawan atau kegagalannya.
    2. Anda harus menilai karyawan potensial dalam pengertian seberapa baik menurut Anda, mereka akan sesuai dengan budaya organisasi Anda.
  8. Mengelola sosialisasi karyawan baru
    1. Sosialisasi mengubah orang luar menjadi orang dalam  dan menyesuaikan perilaku karyawan sedemikian rupa sehingga mereka berjalan pada arah yang diinginkan oleh manajemen.
    2. Manajer dapat menggunakan sosialisasi sebagai alat.
  9. Mengapa saat ini banyak pekerja tidak termotivasi ketika bekerja
    1. Jika karyawan tidak termotivasi, kesalahan ada pada manajer dan praktik organisasi, bukan karyawan
    2. Karyawan melihat hubungan antara kinerja dan penghargaan lemah dan tidak termotivasi.
  10. Pekerja yang bahagia tidak serta merta pekerja yang produktif
    1. Meskipun mungkin terdapat korelasi positif antara kepuasan dan produktivitas, kecenderungannya bersifat moderat
    2. Bukti menunjukkan pekerja yang produktif lebih mungkin menjadi pekerja yang bahagia daripada sebaliknya.
  11. Memberitahu karyawan agar melakukan yang terbaik tidak mungkin mencapai yang terbaik
    1. Sasaran yang sukar dan spesifik, menghasilkan tingkat keluaran yang lebih tinggi daripada sasaran yang sudah jamak ” Lakukan yang terbaik
    2. Presentasi besar karyawan mempercayai bahwa mereka tidak mempunyai sasaran spesifik pada pekerjaan mereka
  12. Tidak setiap orang ingin berpartisipasi dalam menetapkan sasaran mereka
    1. Bukti tidak menyokong gagasan bahwa sasaran yang ditetapkan secara pertisipatif lebih baik daripada yang ditetapkan berdasarkan penugasan
    2. Partisipasi karyawan bukanlan sarana yang menjamin perbaikan kinerka karyawan
  13. Pekerja profesional ingin mengalir
    1. Pengalaman mengalir itu sendiri tidak mesti didapat ketiga orang merasa bahagia
    2. Pengalaman mengalir sangat mungkin ditemui di tempat kerja, bukan di rumah!
  14. Ketika memberikan umpan-balik, kritiklan perilaku bukan orang
    1. Umpan-balik yang berhasil terfokus pada perilaku spesifik dan bersifat impersonal
    2. Umpan-balik harus bersifat deskriftif da bukan menghakimi atau evaluatif
  15. Anda dapatkan apa yang Anda hargai

Berhubung baru sebagian yang saya baca, jadi ya segitu dulu ya. Nanti kalau saya sudah selesai baca bukunya saya sempatkan melanjutkan menulis resensi buku ini.

Oya, jika teman-teman memiliki buku yang bagus untuk dibaca, kasih komen yaw.. thank you..  Wink

 

 

Be Sociable, Share!

3 Responses to “Resensi The Truth About Managing People”

  1. Look here:…

    [...] What web host are you the usage of? Can I get affiliate hyperlink to your host? I wish web site loaded up as quickly as yours lol[...]…

    women beauty wear

  2. My host is wakhost.com..
    the best hostin for my entire website. hehe..
    :mrongos:

    baobaz

  3. Halo, blog ini bagus sekali, terimakasih atas sinopsis bukunya, kebetulan saya juga bekerja di bidang HR jadi sangat bermanfaat.

    Oya, jika Anda tertarik, sy skrg sedang mencari seorang server programmer yang familiar menggunakan Laravel dan git. Bisa menghubungi saya untuk lebih detailnya di hr.git.indonesia@gmail.com

    ini website perusahaan kami:
    http://git-mobile.com

    trims Wink

    Vira

Leave a Reply

:heran: :keren: :leot: :mabuk: :mrongos: :muarah: :musik: :omg: :smangat: :pusing: :senyum: more »