Sore itu sehabis dari acara makan bareng sama temen-temen, cuaca sudah menjunjukkan akan hujan. Awan gelap
sudah terlihat di sebelah utara dan barat. Nampakknya hujan besar akan segera datang. Namun, pengennya saya jangan dulu ujan sebelum saia sampai di tempat tujuan saya. Saat itu saya harus mengantarkan seseorang terlebih dahulu. Tetapi sesampainya di lampu merah. Gerimis mulai muncul. Ya sudah, saya meminggirkan motor terlebih dahulu dan kemudian memakai jas ujan. Tapi itu adalah sebuah keputusan yang salah dan bodoh!
Mengapa saia bilang itu keputusan yang salah? karena gerimisnya itu cuma sebentar tapi selanjutnya hujan lebat
sampai menyebabkan banjir di beberapa tempat dan membuat seakan-akan jas ujan
yang saya pakai tidak berguna. Selain itu, orang yang saya boncengin saat itu sebenarnya sedang sakit. Gara-gara itu sakitnya makin parah deh.. Jadi merasa bersalah nih
. Tapi prasaan bersalah itu tidak saya sadari waktu itu. Entah kenapa hujan yang besar itu malah membuat saya senang saat itu. Aneh.. Setelah saya mengantarkan teman saya tersebut barulah saya menyadarinya. Emank.. penyesalan datangnya selalu belakangan.
Rasanya kalo mengingat kejadian itu aga kesel juga. Harusnya ceritanya seperti ini. Saat gerimis, saya mencari tempat berteduh yang aman dan nyaman jadi setidaknya bisa ngobrol dan berlama-berlama
. Berhubung dia adalah..
hahaha.. Jadi saat hujan besar kita tidak kehujanan gitu. Bodohnya.. 








saya juga pernah. perjalanan jokja-magelang-jokja pula. tapi habis tau dia jadi sakit itu malamnya saya ke kosnya sambil bawa donat. what a “rainy days and you” dah pokoknya
October 27th, 2009
emang masalah selalu bermula dari seorang wanita..
haha..
October 28th, 2009
@sitampandarimipaselatan: Wee.. ternyata pernah mengalami hal yang serupa.hoho.. Pake acara bawa donat juga nih.. hahaha..
@faisal: Wah.. emank ga jauh deh dari yang namanya wanita
October 31st, 2009
koq saia familiar ma cerita ini y?
dejavu kah?
January 8th, 2010