Omongkosong?

Dia Dicopet atau Dia Bohong?

Introduction

baobaz

baobaz


LATEST POSTS

Ganti Themes 26th September, 2015

Looking for New Themes 14th December, 2014

Buah Pemikiran

Dia Dicopet atau Dia Bohong?

Posted on .

Saat itu saiya pulang dari tempat biqin kaos tim futsal Underbunny bersama ayip. Karena saat di jalan hujan cukup deras jadi kami memutuskan untuk berteduh di rumah seseorang (entah rumah sapa, yang pasti cukup untuk berteduh). Rumah yang kami singgahi untuk berteduh berada sekitar terminal lempuyangan dan lapangan kridosono. Ya.. di sekitar situlah tepatnya.

Menunggu hujan Rain  reda bukanlah suatu yang mudah, karena menunggu itu adalah kegiatan yang bisa biqin orang gila  Silly  kalau hanya dihabiskan dengan berdiam diri atau tidak melakukan apa-apa. Atas dasar itulah saya menyibukkan diri dengan si ayip eiger dengan kegiatan ngobrol-ngobrol walaupun yang diomonginnya adalah sesuatu yang omongkosong atau hanya cerita-cerita khayalan tapi tidak semuanya seperti itu sih.. Ya setidaknya ada beberapa yang benar.

Seingat saya hujan makin deras  Rain  saja di sana, tidak menampakkan tanda-tanda akan reda. Entah dari mana (sepertinya dari arah jalan kridosono), datang orang yang berlari ingin berteduh juga. Orang itu berteduh bersama kami. Sebernya saat itu saya merasa sedikit terusik karena sedang asyik ngbrol tuh. Tapi tidak apa-apa toh kita juga sama-sama berteduh sih. Namun beberapa menit kemudian orang tersebut tiba-tiba ngoceh dan bercerita sendiri kepada kami, tanpa perkenalan. Lha.. opo we!

Dari pembicaraan tersebut, ada beberapa point yang saya tangkap. Kita anggap saja orang ini dengan inisial “si X” saja deh biar memudahkan. Ini dia intisari pembicaraan tersebut dengan si X:

  1. Si X mengaku kecopetan di musholla stasiun tugu tadi pagi (saat itu hari menunjukkan tanggal 24 Januari 2009). Katanya tas  yang dijadikannya bantal saat ia tidur di musholla tiba-tiba saja menghilang ketika si x bangun. Si X mengaku, ia memang tidur  Sleepy  di luar musholla karena di dalam musholla dipake untuk wanita.
  2. Si X mengaku kalau dia memang bertujuan ke Surabaya dari Jakarta. Hanya saja karena dia memaksakan diri berangkat pada hari sebelumnya malam-malam maka ia tidak mendapatkan kereta yang tujuan langsung ke Surabaya. Intinya sih karena kemaleman jadi dia memutuskan untuk naek ke jogjakarta dahulu dan kemudian akan menyambung lagi ke Surabaya saat esok paginya.
  3. Si X mengaku kalau alasan ia ke Surabaya adalah karena istrinya sedang melahirkan. Jadi Ia benar-benar terburu-buru dan dan memaksakan malam sebelumnya ia harus berangkat ke Surabaya.
  4. Si X mengaku kalau isi dari tas yang dicurinya terdapat uang sebesar 1.4 jt.
  5. Si X mengaku kalau ia telah meminta bantuan kepada kepala kereta api, polisi, dan pihak2 yang menurutnya bisa dimintain bantuan untuk membuatkan surat agar ia bisa pulang ke Surabaya dengan kereta api secara gratis. Namun, tidak ada satupun yang bisa menolongnya. Si X hanya mendapat bantuan saran saja, ujarnya.
  6. Si X mengaku kalau ia juga sudah meminta tolong ke pengurus mesjid Syuhada supaya bisa diberikan uang agar ia bisa pulang ke Surabaya, tetapi pihak mesjid menyatakan tidak bisa menolong si X dengan alasan uang infaq mesjid digunakan untuk fakir miskin dan anak yatim piatu. Si X hanya mendapatkan roti untuk makan siang saja.
  7. Si X mengaku merasa khawatir akan istrinya yang sedang melahirkan. Si X pun mengatakan bahwa saat ini si X tidak dapat menghubungi istrinya yang sedang melahirkan dikarenakan HP yang ada di tasnya ikut tercuri. Si X mengatakan bahwa istrinya tidak punya HP dan biasanya untuk menghubungi istrinya, si X menghubungi tetangga istrinya. Karena yang punya HP ya tetangganya itu. Namun si X menyatakan bahwa, ia tidak ingat nomor tetangga istrany itu.

Bagaimana mana menurutmu? apakah orang ini berkata jujur? Atau orang ini berbohong alias omongkosong? Menurut saya pribadi dan hati kecil ini, si X berkata jujur secara gitu loh (saiya orangnya lugu  Bunny  dan gampang ditipu, tapi engga juga dinx Grin). Namun, si Ayip yang dari awal sudah menaruh curiga pada si X tidak percaya dengan semua omongan si X. Alesannya si ayip bisa kamu baca sendiri di blog-nya. Tapi alasan saya mengapa orang ini saya anggap jujur adalah

  1. Si X berlogat seperti orang jakarta. Dari omongannya saiya tahu kalau dia bukan berasal dari jawa tengah ataupun dari yogyakarta.
  2. Cerita yang diceritakan si X sesuai dengan alur. Seperti nama daerah yang dia lalui dari tadi pagi sampai saat saya bertemu. Rute yang dilewatinya juga seperti nyata. Seperti dia bejalan dari tugu dan sampai ke mesjid syuhada, dan akhirnya bertemu dengan saiya.
  3. Cerita keluh kesahnya dia selama di yogyakarta juga wajar. Alasannya kenapa orang-orang yang ditemuinya tidak banyak membantu dia mungkin lebih dikarenakan tampangnya yang mungkin aga kriminal dan omongannya yang cerewet. (ups.. ngehina orang! maafkan saiya ya.. Mr X).
  4. Ehm.. alasan lainnya lagi adalah karena dia minta uangnya ke mesjid-mesjid. Saya kira kalau orang penipu bakal engga kepikiran deh sampai berani nemuin penjaga mesjidnya. Kalaupun dia penipu, saiya anggap dia penipu kelas atas tuh (soalnya berani dan pandai bercerita) wekeke.
  5. Karena si X tidak mengeluarkan kata-kata meminta uang kepada saiya dan ayip walaupun si X terus-menerus menekan saya agar saya membirakannya uang. Namun saya rasa itu adalah sikap yang wajar. Mungkin bagi dia meminta-minta adalah perbuatan yang memalukan namun dalam kondisi seperti yang sedang dialaminya memaksa ia harus melakukannya namun sebagian hati lagi terlihat menolak. Atau mungkin saiya dan ayip tidak terlihat seperti orang yang dermawan dan orang yang tidak mempunyai uang. Entahlah saya tidak mengerti.
  6. Karena si X menyadari bahwa ini semua adalah cobaan dan peringatan dari Yang Maha Esa.
  7. Saya Anggap benar karena saya merasa itu adalah takdir dan cobaan yang memang harus dia lalui. (weis.. terlihat sok banget ya saiya dengan alesan yang terakhir ini).

Walaupun saya percaya dengan omongannya itu, tetapi ada beberapa hal yang agak ganjil menurut saiya. Contohnya saja seperti:

  1. Saat pertama kali ia datang menhampiri saiya si X sedang memegang puntung rokok Cigarette . Yang saya heran, kalau benar iya tidak  punya uang dari mana ia bisa mendapatkan rokok? Namun saya tetap berbaik sangka. Mungin saja si X membeli rokok itu dengan sisa uangnya yang ada didompetnya. Karena wajar saja kalau orang dala keadaan seperti si X pasti gelisah  Confused  dan biasanya orang kalau sedang gelisah itu obatnya adalah rokok (untuk beberapa orang cara ini dianggap sebagai cara yang mujarab, tapi mnurut saya cara ini belum tentu mujarab).
  2. Orang ini menekan kami terus menerus dan terus mengeluh denga semua kejadian yang dia alami hari ini.
  3. Ada beberapa omongan yang saya anggap tidak konsisten dan melebih-lebihkan. Awalnya si X berkata ingin ke stasuin lempuyangan supaya bisa ikutan kreta api pertamina. Namun di akhir pembicaraan karena sangking ingin menekan kami supaya kami mengasihani si X dia berkata bahwa tidak ada satupun kereta api pertamina yang berhenti di stasiun. Lah ko engga singkron? (ngerti khan maksudnya?)

Yah tapi itu semua saya anggap sebagai rasa gelisah si X aja. Walaupun demikian, karena saya terhasut oleh mimik muka ayip dan faktor2 eksternal lainnya. Saiya tetap tidak memberikan bantuan nyata seperti memberikan uang atau lainnya. Entahlah, perbuatan saiya ini jahat atau tidak? Yang pasti saya percaya dengan omongannya itu.

Sampai di kos, sempat terjadi perdebatan sengit antara saiya dan si ayip. Tapi biasalah, kita salaing beradu argumen High Five! . Tapi sebenarnya saya pikirkan sampai saat sekarang adalah bagaimana nasib si X tersebut? saya hanya bisa mendoakan semoga saja dia bukan penipu dan dia bisa bertemu dengan sang istri. Dan saya pun berpikir semoga saja saya tidak mengalami nasib yang sama seperti orang tersebut. Karena saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan jika saya menjadi orang seperti si X.

NB: lihat pemikiran berbeda dari seorang ayip tentang wacana ini.

baobaz

baobaz

http://blog.omongkosong.com

I like smile because smile always make me happy. don't you?

Comments
  • user

    AUTHOR nafis

    Posted on 22:56 29 January 2009.

    ampun! bukan gue pencurinya! Evil Grin

  • user

    AUTHOR 1st

    Posted on 07:54 30 January 2009.

    Brpikir positif aj..
    Tu org mungkin br dpt musibah..
    Trus nasib istrinya gmana y? (klo crita tu bener)
    o iy, brarti si X jalan dr tugu,syuhada,lempuyangan..
    Koq jauh?

  • user

    AUTHOR nona sheila

    Posted on 09:12 30 January 2009.

    puh, kalo ada satu keganjilan maka gugurlah itu smua.

    orang tu ya kalo udah terdesak ama duit dan istrinya melahirkan di kota jauh gak nyante2 ngerokok berteduh hujan dan cerita memelas.

    gw stuju ma ayip, biar kata gw negatip thinking kek, gw tetep ikutin naluri gw. gw paling benci sama orang yang melas2 kehidupan gitu, mending dia minta2 di lampu merah.

  • user

    AUTHOR Mrti

    Posted on 13:31 30 January 2009.

    Ah gw juga pernah ngalamin hal yang sama, waktu di stasiun tugu. Ada yang ngaku keilangan dompet ma tasnya, dia nanya gw anak UGM ya padahal gw gak pake embel2 UGM loh(tampang gw meyakinkan sih, hahaha). Trus gw jawab iy, abis itu dia bilang dia pernah minta bantuan ama pengurus masjid samping RS Sarjito (Masjid Mardiyah), tapi kata dia gak dikasih. Secara gw kenal ma pengurus masjid tsb (mas wisnu) ya dia kan sering main ke kos gua dulu. Gw bilang ke dia, mas maaf ya coba mas bilang aja ke mas wisnu di mardiyah, dia orangnya baik bgt kok, hgak mungkin kalo gak dikasih kalo mas nya emanmg bener kecopetan, kecuali kalo mas boong, hehe abis itu dia langsung kabur gitu aja. Udah gak mempan gw ama gituan, kadang gw mau ngomong gini, mas saya aja masi ngarep minta kiriman dari ortu, lah sampean enak2nya aja minta uang saya (hehe gak deng jahat bgt gw kalo ngomong gitu Smile ).

  • user

    AUTHOR liecha

    Posted on 16:27 30 January 2009.

    wahhh… kalo aku pasti nggak akan percaya gitu ajah…

    lha wong sama orang yg udah deket aja susah percaya apalg klo yg barua aja deket..

  • user

    AUTHOR ziezahworld

    Posted on 15:33 31 January 2009.

    yop…..bapake emang aneh…tapi mungkin klo saya dah ketipu…ha ha ha

  • user

    AUTHOR GiriYangMakinTampan

    Posted on 16:45 31 January 2009.

    Gini zan., sebenarnya yang agak janggal tuh bukan pada rokoknya, tapi pada kretanya. Kalo rokok, dia bisa aja dikasih orang. Walaupun rokok dapat, menyebabkan impotensi dkk..
    Tapi, jadwal kereta itu masalahnya. Orang yang biasa bepergian akan hafal dengan jadwal kreta., dan bukannya kalo dia maw k surabaya., lebih enak lewat jalur utara (via semarang).. Anehnya lagi, istrinya kan di rumah sakit. Jadi seharusnya dia terburu buru., dengan uang 1.4 juta di tangannya (sebelum kecopetan) bukankah lebih nyaman dan lebih cepat dan tepat kalo naek yang pasti2 aja, seperti bus ato kreta terjadwal bukan kreta pertamina yang gag jelas jadwalnya..

    Begitulah sedikit analisis dari GiriYangMakinTampan aja..
    (sebetulnya masih maw komen lebih banyak, tapi ni masih pake hape, pegel nulisnya..)

    Ahahahahahahahaha..

  • user

    AUTHOR ayip_eiger

    Posted on 18:00 31 January 2009.

    Sekiranya, keganjilan itu cukuplah untuk menyatakan kalau dia berbohong. Jadi saya benar-benar yakin tentang kebohongannya. Lihat artikel ku di ayip.omongkosong.com Nerd Confused

  • user

    AUTHOR ayip_eiger

    Posted on 18:10 31 January 2009.

    Oh iya btw makasih buat kerja kerasnya nggarap kerjaan kemaren. Met liburan zan. Doakan saja, kerja keras kita berbuah sedikit hasil. Heh Yes

    Film Movie..

  • user

    AUTHOR baobaz

    Posted on 22:43 31 January 2009.

    to nafis: hayo.. ngaku kamu? Chic

    to 1st: Jelas kita harus berpkir positif thinking. Selagi orang banyak yang berpikir buruk saiya malah berpikir positif. hahaha..
    Yang jelas saya engga tahu bener gimana nasib istrinya, coz saya tidak bertemu dengan orang itu lagi. Kalo dibilang jauh, ya lumayan jauh juga sih jalannya.

    to nonasheila, Mr Ti: Ya memang belum pasti si tu orang bohong apa engga. Tapi yang jelas men-judge orang tersebut bohong tanpa bukti yang jelas saya kira bukan perbuatan yang positif.

    to liecha: Wah mempercayai orang memang sulit. Tapi jauh lebih sulit menjaga kepercayaan orang.

  • user

    AUTHOR baobaz

    Posted on 22:52 31 January 2009.

    to ziezahworld: Wah zie, emanknya kamu orang yang gampang tertipu? Talk to the Hand

    to giriYgSokTampan: Tu orang kayanya engga taw jadwal kereta api sih, cuma nebak2 aja. Yang bohong tu kenapa di awal yang dia niatnya emank pengen naik kreta pertamina tapi akhirnya mengeluh kalo kreta pertamina tidak berhenti. Bagian yg itu dilebih-lebihkan tuh.

    to ayip:Sori yip belum sempat comment di tempat mu tapi saiya udah baca. nanti tak comment dan gw kasih link back ke blogmu
    Zombie Killer

  • user

    AUTHOR nona sheila

    Posted on 18:23 2 February 2009.

    @bao: namanya manusia itu pasti menjudge manusia lainnya, hanya saja bagaimana cara dia menjudge orang lain. kamu anggap dia gak bohong itu pun namanya menjudge.

    bukti? apakah kamu harus tertipu dulu baru ngejudge dia jahat?

    sama seperti kamu di rumah sendrian dan ada orang gak dikenal ngetok, kalo gw gak bukain dan cuman liat dari jendela apakah gw bertindak negatif karena ngejudge dia? itu namanya tindakan prefentif.

    masalah ntar orang itu baik ato gak itu urusan hati masing2, kalo lu niatnya maw ngasi kenapa gak dikasi? seandainya dia benarpun gw gak nyesalin seandainya ada di posisi ayip, karena gw udah melakukan apa yang kata hati gw lakukan. at least gw gak bakal gondok kalo misalnya gw dalam hati menganggap orang itu penjahat dan gw kasi dia duit.

  • user

    AUTHOR baobaz

    Posted on 10:57 3 February 2009.

    to nona Sheila: Maksud gw, yang ga baik adalah menjudge negatif kepada seseorang tanpa bukti yang pasti. Hukum kita saja menggunakan asas praduga tak bersalah, jadi kita tidak boleh menyalahkan orang atas dasar perasaan saja.
    dalam kasus di atas, perbuatan gw, gw anggap bukan perbuwatan yang terbaik. dan perbuatan ayip juga. Kalo kata gw, perbutan itu engga menyelesaikan masalah. Maklum aja sih kl gw sedang bingung.
    setelah gw pikir-pikir yang paling baik adalah mengantarkan orang tersebut ke stasiun dan langsung membelikan tiket untuk dia pulang (kalo sedang ada uang). Kalo pun orang tersebut bohong, kita jadi tahu dan kalo pun orang tersebut jujur, kita telah melakukan hal yang mulia.

  • user

    AUTHOR hanna

    Posted on 15:51 3 February 2009.

    aneh ah…dia bohong… aku juga pernah kena mirip gitu… tp parahnya lagi,,,nenek2 coba yg gak bs pulang !!! ke surabaya kalo ndak salah waktu itu… aneh aja ada nenek2 sendirian di jogja, dan mau balik ke surabaya??? he??? kok aneh?? tp gini aja zan….yg penting kmu gak ngasi dia duit kan??? kalopun ngasi, ikhlasin aja…hehehe…mg2 dpt pahala krn denegr omongkosongnya gitu

  • user

    AUTHOR nona sheila

    Posted on 21:06 3 February 2009.

    @bao : loh intinya derita elo. lo nganggep dia baik, yasud kenapa gak kasih dia duit? kenapa misuh2 sama ayip ato orang yang nganggep dia boong?

    Maksud gw, yang ga baik adalah menjudge negatif kepada seseorang tanpa bukti yang pasti. Hukum kita saja menggunakan asas praduga tak bersalah, jadi kita tidak boleh menyalahkan orang atas dasar perasaan saja.

    trus lu maw menggunakan azas praduga tak bersalah ke smua orang? ada yang nawarin elu minuman di angkutan umum lu minum dan lu mikir dia orang baik padahal jelas2 di tipi banyak modus perampokan pake bius.

    tapi kan kita baik ya, gak boeh pake judge negatif, jadi kalo sales dateng ke rumah mizan pasti ngebukain pintu dan ngedengerin jualan kecap si sales.

    bah, gw bilang orang kek gitu itu naif dan polos kalo gak maw dibilang bego.

    dalam kasus di atas, perbuatan gw, gw anggap bukan perbuwatan yang terbaik. dan perbuatan ayip juga. Kalo kata gw, perbutan itu engga menyelesaikan masalah. Maklum aja sih kl gw sedang bingung.

    makanya gw bilang, gw misalnya dalam posisi ayip menjudge dia boong, dan ternyata dia benar, ga ada prasaan bersalah di gw. at least gw melakukan apa yang gw yakini. sebaliknya elu, ngerasa dia benar tapi gak ngasih, dan elu misuh2, ya derita elu.

    ayip udah ngelakuin yang terbaik, dia ngikutin nuraninya, dia gak bakal ada masalah. yang sekarang jadi masalah kan lu. lu ngerasa dia gak boong tapi gak ngasi.dan lu merasa bersalah. itu salah lu sendiri.

    dan lagi gw bilang, bukti apa? kamu maw minta surat nikah dia supaya menunjukan dia punya istri?ato lu harus ketipu dulu ama dia baru lu mencak2 dia boong?

    setelah gw pikir-pikir yang paling baik adalah mengantarkan orang tersebut ke stasiun dan langsung membelikan tiket untuk dia pulang (kalo sedang ada uang). Kalo pun orang tersebut bohong, kita jadi tahu dan kalo pun orang tersebut jujur, kita telah melakukan hal yang mulia.

    kalo maw bersikap sok bijak kenapa gak bareng2 aja anter dia ke kantor polisi, biar urusannya lebih netral.

    smua perbuatan itu tergantung dari hati, kalo ayip ngerasa dia boong dan dia maksa ngasi duid dan nganter dia ke stasiun, dan hatinya dongkol emang itu baik?

  • user

    AUTHOR baobaz

    Posted on 22:51 3 February 2009.

    to nona sheila: Wah.. jadi panjang bgini tanggapannya. hehe.. Blush
    Sebenernya saiya tidak ada niatan misuh2 sama orang yang menganggap si X bohong. karena tetap saja tidak memperbaiki keadaan.
    Bgini loh.. anggap saja dalam kasus kita ini, kita tidak tahu apakah si X jujur atau bohong. Lantas tindakan apa yang sebaiknya kita lakukan?
    Jika menganggap si X bohong dan kita tinggalkan si X. Sah sah saja, tapi saya rasa si X tetep akan mencari targetnya yang lain. Dia tidak akan jera.
    Nah mnurut gw sih, kenapa gw saranin agar kita mengantarkan si X ke stasiun dan langsung membelikannya tiket. Kalaupun dia bohong,dia kemungkinan akan meminta uang saja bukan tiket yang diminta. Nah disitu kan bisa dipergoki apakah dia bohong apa engga. Ya setidaknya bisa ketahuan Soldier
    kalo ternyata memang benar, kita akan merasakan nikmatnya bisa membantu orang. bgitulah pemikiran gw.
    kenapa dibuwat panjang bgono shel…

  • user

    AUTHOR Aday

    Posted on 01:36 5 February 2009.

    ada benarnya juga gk ngasih duit..
    soalnya orang itu argumen dan juga dr perilakunya gk mendukung sih..
    Masak sih sempet2nya ngrokok??
    Klo aku jd org itu tetep aja gk bakal kepikiran cari rokok.
    Kecuali klo udah dapet duit buat ongkos plg..baru hati tenang menghisap rokok Grin

  • user

    AUTHOR ziezahworld

    Posted on 02:59 5 February 2009.

    wah…debat diatas siapa yang menang tuh…panjang gitu…jadi ndak ada nafsu baca….
    @mizan: yailah zan….sebenere ndak mau jawab..tapi dipikir-pikir lagi,dengan saya yang sekarang ini, sangat mudah kena tipu…mungkin kamu sekali-kali nyoba nipu saya deh…(hwa ha ha,saya ikhlas ditipu teman asal jangan kelewatan)

  • user

    AUTHOR nona sheila

    Posted on 18:51 5 February 2009.

    @bao : trus kenapa itu tidak kamu lakukan? coba kamu bilang maw nganter dia ke stasiun buat beli tiket, kalo dia emang bohong dari awal dia gak bakal maw ke stasiun. kenapa kamu gak lakuin itu? Heh

    kalo gw sih udah cukup dengan apa yang dilakukan ayip (bila saya dalam posisi ayip). males, dan buang2 waktu gw berusaha mencari bukti dia bohong ato gak padahal jelas2 omongannya dari awal udah gak bikin gw percaya.

    makanya gw analogikan, kalo ada orang minta sumbangan pembangunan masjid di lampung dateng ke rumah gw minta2, apa gw harus minta liatin surat2nya dulu buat ngebuktiin dia ngawur ato gak?

    dalam kasus kek gini yang paling baik adalah ikutin kata hati. prejudice dari awal sebagai tindakan prefentif. membuktikan dia benar ato salah itu dengan bukti yang kuat itu bagi gw gak relevan. kek gepeng di lampu merah, haruskah kita tau dia itu duitnya buat ngelem ato beneran buat makan? kalo maw ngasi ya ngasi aja, kalo gak ya gak.

  • user

    AUTHOR jocko

    Posted on 00:36 6 February 2009.

    Dia bohong pa tdak hanya “sing ngecet lombok” yang tau…
    dan biarlah menjadi urusan dia sendiri dengan yang di atas sana…
    yg penting ga’ ada yang dirugikan…

  • user

    AUTHOR ayip_eiger

    Posted on 19:52 9 February 2009.

    Woo dowo tenan ki neng kene. Yach, postingan ku jadi sepi gini. Hiks..hiks..

    Ya pokoknya mah, saya tetap merasa senang karena selain ga kehilangan duit, saya juga menyelamatkan mizan yang kebetulan bokek di hari itu. Ha..ha.. Evil Grin Cool

  • *

    Click to Insert Smiley

    SmileBig SmileGrinLaughFrownBig FrownCryNeutralWinkKissRazzChicCoolAngryReally AngryConfusedQuestionThinkingPainShockYesNoLOLSillyBeautyLashesCuteShyBlushKissedIn LoveDroolGiggleSnickerHeh!SmirkWiltWeepIDKStruggleSide FrownDazedHypnotizedSweatEek!Roll EyesSarcasmDisdainSmugMoney MouthFoot in MouthShut MouthQuietShameBeat UpMeanEvil GrinGrit TeethShoutPissed OffReally PissedMad RazzDrunken RazzSickYawnSleepyDanceClapJumpHandshakeHigh FiveHug LeftHug RightKiss BlowKissingByeGo AwayCall MeOn the PhoneSecretMeetingWavingStopTime OutTalk to the HandLoserLyingDOH!Fingers CrossedWaitingSuspenseTremblePrayWorshipStarvingEatVictoryCurseAlienAngelClownCowboyCyclopsDevilDoctorFemale FighterMale FighterMohawkMusicNerdPartyPirateSkywalkerSnowmanSoldierVampireZombie KillerGhostSkeletonBunnyCatCat 2ChickChickenChicken 2CowCow 2DogDog 2DuckGoatHippoKoalaLionMonkeyMonkey 2MousePandaPigPig 2SheepSheep 2ReindeerSnailTigerTurtleBeerDrinkLiquorCoffeeCakePizzaWatermelonBowlPlateCanFemaleMaleHeartBroken HeartRoseDead RosePeaceYin YangUS FlagMoonStarSunCloudyRainThunderUmbrellaRainbowMusic NoteAirplaneCarIslandAnnouncebrbMailCellPhoneCameraFilmTVClockLampSearchCoinsComputerConsolePresentSoccerCloverPumpkinBombHammerKnifeHandcuffsPillPoopCigarette

    View Comments (22) ...
    Navigation